Stonehenge Kaliurang

Stonehenge adalah suatu bangunan yang dibangun pada zaman Perunggu, dan Neolitikum. Ia terletak berdekatan dengan Amesbury di WiltshireInggris, sekitar 13 kilometer barat laut Salisbury. Sebagai salah satu situs yang paling terkenal di dunia, Stonehenge merupakan lingkaran batu tegak yang berada di dalam lingkup tembok tanah (sumber: wikipedia). 

Tapi kali ini, kita ga perlu jauh-jauh traveling sampe ke Eropa loh jika ingin mengunjungi stonehenge. Karena di Jogja ada Stonehenge buatan. Alias Stonehenge KW 4 kali ya hahaha. Berlokasi di daerah Cangkringan Kaliurang, tepatnya di kawasan wisata The Lost World. 

Saat itu saya berangkat melewati jalur timur, yaitu melewati desa Selomartani lurus ke utara arah Kaliurang melalui jl. Raya Cangkringan sampai tiba di kawasan wisata Kaliadem, kita akan dikenakan Retribusi masuk sebesar Rp. 3000,- per orang dan motor Rp. 2.500,-. Jarak ke Stonehenge sudah lumayan dekat, sekitar 5 menit berkendara dan dengan medan jalanan yg mulai berbatu. Sepanjang jalan ini kita akan berpapasan dengan para wisatawan Lava Tour yang berkendara menggunakan mobil Jiep yang memang sengaja disewakan. 

Jika berangkat melalui arah timur, maka Sebelum mencapai Lokasi Stonehenge akan ada wisata The Lost World, jangan berhenti di sini dulu seperti yg saya lakukan karena mengira stonehenge berada di lokasi ini. Hahaha karna meskipun tempatnya unik mirip benteng takeshi dan tembok besar Cina namun destinasi ini masih dalam tahap konstruksi sehingga kurang instagram-able kalo kata anak jaman sekarang 😄. 

Lanjut ke Stonehenge yg letaknya hanya sekitar beberapa meter dari The Lost World, dengan biaya masuk sebesar Rp.7.500,- per orang dan parkir Rp. 2000,-. Kesan pertama lumayan unik, karena saya mengunjungi tempat tersebut pada hari Kamis, maka tempat tersebut masih sangat sepi. Hindari mengunjungi tempat ini saat weekend dan hari libur lainnya karena berdasarkan penuturan sang Penjaga, tempat ini akan sangat penuh pada hari tersebut. 

Berhubung masih sepi, maka saya dan suami tidak ambil pusing untuk mencari spot berfoto 😄. Saat kami berfoto, para penjaga tempat wisata ini justru juga meminta foto kami untuk dipajang dalam akun promosi tempat wisata ini wkwkw. 

Menurut kami, tempat ini tidak begitu luas, batu-batuan yang disusun merupakan batuan sisa erupsi gunung Merapi tahun 2010 lalu yang kemudian disusun ulang menyerupai Stonehenge di Eropa. Dengan suasana yang sejuk dan pemandangan yang asri khas kaki Gunung Merapi dijamin betah berlama-lama di tempat ini (tidak berlaku saat weekend 😄).

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Create a website or blog at WordPress.com

Up ↑

%d bloggers like this: