Pengalaman Tes PAPs & Tes AcEPT UGM

Kali ini aku mau berbagi pengalaman mengikuti tes PAPs & tes AcEPT UGM. Apa sih PAPs dan AcEPT itu ? Let me tell you !

Tes PAPs

Tes PAPs atau Tes Potensi Akademik Pasca Sarjana merupakan syarat pendaftaran bagi siapa saja yang hendak melanjutkan pendidikan pasca sarjana di UGM. Untuk program magister/S2, skor minimal yang harus didapatkan adalah 500, dan untuk program doktoral/S3, skor minimalnya adalah 550. Selain sertifikat tes PAPs, temen-temen juga bisa menggunakan Sertifikat hasil Tes Potensi Akademik (TPA) BAPPENAS atau Tes Kemampuan Dasar Akademik Himpunan Psikologi Indonesia (TKDA HIMPSI) dibuktikan dengan sertifikat yang masih berlaku, yaitu maksimum 2 tahun dari tanggal dikeluarkannya sertifikat.

Tes PAPs diselenggarakan oleh Fakultas Psikologi UGM, dan dilaksanakan setiap 2 minggu sekali. Jadwal pelaksanaannya bisa dilihat disini.

Soal tes PAPs dibagi menjadi 3 bagian yaitu:

  1. Kemampuan Verbal, Kemampuan verbal terdiri dari sinonim, antonim, dan hubungan antara dua kata.
  1. Kemampuan Kuantitatif, Kemampuan kuantitatif terdiri dari soal hitungan sederhana, seperti prosentase, deret bilangan, dst.
  1. Kemampuan Penalaran, Kemampuan penalaran terdiri dari soal-soal bergambar, seperti menebak pola berikutnya.

Berbekal pengalaman mengikuti psikotes jaman-jaman jadi jobseeker dulu, maka aku sudah tidak begitu asing dengan jenis soal tes potensi akademik ini. Namun hal tersebut tidak menjadikan aku terus santai-santai lho, karena kunci untuk mengahadapi tes semacam ini adalah “terbiasa dan banyak latihan” berikut sedikit tips yang aku lakukan untuk menghadapi tes PAPs :

  1. Belilah buku latihan soal Tes Potensi Akademik yang banyak dijual di Toko Buku pastinya haha, jika tidak ingin membeli buku maka teman-teman bisa browsing di internet kumpulan soal TPA lalu kerjakanlah dengan seksama. Keuntungan apabila kita memiliki buku sendiri adalah jenis soal yang tersedia adalah soal-soal jenis terbaru terlebih ada kunci jawaban berikut dengan pembahasan soalnya, sehingga hal ini memudahkan kita untuk belajar, sedangkan kebanyakan soal yang tersedia di internet sudah tidak update dan jarang ada kunci jawaban bahkan pembahasan soal-soalnya.
  2. Selain menguasai jenis soal, kita juga dituntut untuk mengerjakan soal dengan cepat dan tepat. Dalam tes PAPs khususnya, waktu yang disediakan cukup bisa membuat kita ngos-ngosan, jangan terpaku pada satu soal. Jika dirasa sulit maka segeralah beranjak ke soal berikutnya, karena tes ini tidak didesain agar kita dapat mengerjakan semua soal, namun yang paling penting adalah, kita mengerjakan soal sebanyak-banyaknya semampu kita dengan teliti dan tepat.
  3. Sebelum menjalani tes, pastikan kondisi fisik dalam kondisi prima. Usahakan sarapan terlebih dahulu dan tiba di tempat tes satu jam sebelum tes dimulai agar kondisi dan suhu badan kembali ke kondisi normal, tidak terpengaruh karena perjalanan dan faktor-faktor lainnya. Kondisi fisik sangat berpengaruh untuk menentukan hasil tes ini.

Alhamdulillah skor yang saya peroleh dalam satu kali tes PAPs adalah 550. Setidaknya score ini lulus prasyarat pendaftaran pascasarjana 🙂

Tes AcEPT 

AcEPT merupakan kependekan dari Academic English Proficiency Test (AcEPT), yaitu sebuah test yang di selenggarakan oleh UGM sebagai salah satu syarat untuk melanjutkan jenjang pendidikan S2 maupun S3 di UGM. AcEPT sendiri diselenggarakan oleh Pusat Pelatihan Bahasa UGM. Score minimal yang harus dicapai untuk dapat dinyatakan lulus tes AcEPT adalah 209 untuk jenjang pendidikan S2, dan 268 untuk S3. Sedangkan nilai tertinggi AcEPT adalah 426. Tes AcEPT terdiri dari beberapa sub bagian sebagai berikut :

  1. Listening (20 soal)
  2. Vocabulary (30 soal)
  3. Grammar and Structure (40 soal)
  4. Reading (40 soal)
  5. Composing Skills (40 soal)

Tes AcEPT ini sangat berbeda dengan tes TOEFL pada umumnya. Tipe soalnya didominasi dari bacaan yang bersumber dari ensiklopedia dan literatur sejenis. Berdasarkan pengalaman yang saya baca di beberapa media banyak sekali orang-orang yang yang gagal dan harus mencoba berkali-kali hingga bisa mencapai nilai minimum.  Faktanya, agar kita bisa mencapai nilai AcEPT 209, diperlukan kemampuan setara skor TOEFL 500 dan jika ingin mendapatkan nilai AcEPT 268, harus memiliki kemampuan setara skor TOEFL 550. Untuk  bisa mendapatkan nilai 209, jawaban kita harus benar sebanyak 84 soal sedangkan untuk nilai 268 minimal harus benar 108 soal.

Tes AcEPT ini diadakan rutin setiap seminggu sekali, hasil tes diumumkan H+8 sejak tanggal tes (setiap hari kamis). Bagi rekan-rekan yang belum berhasil jangan buang-buang waktu, karena pendaftaran diadakan setiap hari Jum’at pukul 09.00 pagi. Artinya setelah pengumuman pada hari kamis, dan Jum’at keesokan harinya bisa langsung mendaftar untuk sesi tes berikutnya.

FYI, tes AcEPT diadakan setiap hari rabu dengan kuota sebanyak 300 orang. Tepat waktulah dalam mendaftar mengingat peminatnya yang cukup besar sehingga biasanya pukul 09.20 kuota sudah habis. Informasi pendaftarannya bisa diakses di sini.

Lantas bagaimana pengalaman aku kemarin ? Berbekal sedikit waktu yang aku miliki saat itu berikut beberapa hal yang aku persiapkan sebelum tes AcEPT :

  1. Browsing beberapa contoh soal Tes AcEPT di internet dan pelajari;
  2. Download dan install aplikasi tes IELTS dan IELTS Listening di Playstore sehingga kita bisa belajar di manapun dan kapanpun;
  3. Guna menghadapi soal listening yang cukup kompleks di AcEPT maka Latihlah pendengaran dengan menggunakan applikasi IELTS Listening namun saat kita berlatih jangan sekalipun menggunakan headset, hal ini untuk membiasakan pendengaran kita dengan kondisi sesungguhnya di ruang tes nanti.
  4. Berdoa kepada Tuhan YME dan minta doa dari orang tua, hehehe

Alhamdulillah, Score AcEPT yang aku dapatkan adalah 229. Memang tidak terlalu tinggi, tapi setidaknya sudah bisa memenuhi prasyarat pendaftaran S2.

Good Luck ! 😉

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a website or blog at WordPress.com

Up ↑

%d bloggers like this: