Jumpa Lagi Di Kawasan Seribu Candi

Lebaran hampir tiba dan saatnya pulang kampung, yes ! Jogjaaaaaaa

Jogja memang selalu menjadi tempat kembali, suasana yang nyaman, ramah dan penuh dengan destinasi wisata. Tapi yang terpenting adalah Jogja adalah rumah, tempatku dibesarkan, dan menjalani masa-masa kecil-remaja-alay dan segalanya di sana.

Kecamatan Kalasan tepatnya, lokasinya yang masih asri dan penuh keindahan alam meskipun letaknya lumayan jauh dari pusat kota Jogja (tapi cuma 5 menit dari Bandara Adisucipto J). Uniknya, di sepanjang kawasan ini dipenuhi banyak candi yang tersebar di beberapa titik. Antara lain :

  • Candi Prambanan;
  • Candi Boko;
  • Candi Plaosan;
  • Candi Kalasan;
  • Candi Sari;
  • Candi Sambisari;
  • Candi Kedulan;
  • Candi Gebang;

Dan yang belum lama ditemukan adalah Candi yang berada di kampus Universitas Islam Indonesia. Ditemukan ketika kampus tersebut sedang membangun Gedung Perpustakaan Pusat. Mungkin masih ada beberapa candi yang masih tertimbun reruntuhan letusan Gunung Merapi pada masa itu, seperti candi yang satu ini, yang sempat aku sambangi (02 Jul 17). Letaknya hanya 5 menit dari rumah, Candi Sambisari 😀

Candi Sambisari terletak di Desa Sambisari, Kelurahan Purwomartani, Kalasan, Sleman. Kalau dari arah kota Jogja, letaknya 4 km sebelum Candi Prambanan melalui Jalan Solo. Berdasarkan narasumber, yaitu Mbah Wiki Candi Sambisari adalah candi Hindu (Siwa), Candi ini dibangun pada abad ke-9 pada masa pemerintahan raja Rakai Garung pada zaman Kerajaan Mataram Kuno.”

Uniknya, Candi Sambisari dan mayoritas candi yang aku sebut di atas tadi lokasinya berada di bawah permukaan tanah akibat letusan Gunung Merapi. Khusus Candi Sambisari ini berada 6,5 meter di bawah permukaan tanah. Karena letaknya berada di tengah desa maka pengunjung candi ini belum seramai Candi Prambanan atau Borobudur. Tiket masuk dibanderol cukup murah yaitu Rp. 5.000,- per orang untuk wisatawan lokal, untuk turis manca ada harga khusus (lupa liat).

Bangunan candi dikelilingi oleh pagar batu dengan ukuran 50 m x 48 m, kompleks ini mempunyai candi utama didampingi oleh tiga candi pendamping. Selain itu, pemandangan yang sangat asri mengitari candi ini mengingat seluruh permukaan tanah candi ditumbuhi rumput hijau dan tanaman yang terawat. Kanan kiri candi adalah pemukiman warga dan persawahan. Di utara candi Sambisari terdapat satu kuliner hits yaitu Soto Mbah Katro, dikemas dengan konsep pedesaan dengan ciri khas harga yang sangat murah, kuliner ini menjadi kuliner wajib yang ga pernah sepi dari pengunjung.

Jadi, sebenernya banyak banget candi yang bisa di eksplor di Jogja dan sekitarnya, ga cuma Candi Prambanan, Boko atau Borobudur aja lho 🙂

*Historical things Refer to Wikipedia

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a website or blog at WordPress.com

Up ↑

%d bloggers like this: