Grew up with you, Linkin Park

Hari ini, Jum’at 21 Juli 2017 tepat dini hari. aku terbangun karena sebuah kabar dari seorang teman di Turki bernama Elif. She come up with a simple question “Sheila did you hear what did about Chester (Linkin Park) to himself ?”. Nyawa yang belum sepenuhnya terkumpul mencoba mengingat bahwa semalam Linkin Park (LP) baru saja merilis official video clip lagu terbarunya dg judul “Talking to My Self”. Berbekal ingatan itu akupun menjawab dengan singkat “He talking to himself?” and Elif said “Chester killed himself“.

Masih dengan nyawa yang belum terkumpul aku mencoba mencari tau kebenaran berita tersebut di jagad dunia maya. Dan benar, Chester mengakhiri hidupnya sendiri dengan cara dan kisah yang tidak akan aku ceritakan di tulisan ini karena seluruh dunia pasti tau apa penyebabnya. Terdengar lebay namun ini lah yang aku rasakan, bagai tersambar petir di siang bolong.

Never in my life have I ever been so upset from the death of someone I didn’t know personally

Sejak kelas 2 Sekolah Dasar, aku sudah menjadi penikmat karya-karya Linkin Park (thank you MTV), dengan genre Nu Metal-nya berhasil membius konsentrasi dan semangat belajarku. lagu-lagu mereka selalu menemani saat-saat aku belajar. Setiap muncul album baru, selain komik aku juga mengoleksi setiap album kasetnya. Aku dibesarkan dalam kultur budaya religius, orang tuaku pun terheran-heran dan dengan candaan yang sedikit menyentil mereka mempertanyakan apakah benar aku keturunan mereka karena selera musik kami yang sampai detik ini sangat berbeda. Kedua orang tuaku menyukai qasidah, sholawatan, dan pastinya dangdut sedangkan aku, hmm .. menyukai Linkin Park dan genre musik lain yang sejenis. Saking setiap hari aku dengarkan lagunya lama-kelamaan Mama jadi ikutan hafal beberapa lagu LP seperti Numb, Faint dll.

Beranjak dewasa, tanpa disadari lagu-lagu LP selalu mengiringi setiap saat, di jalan menuju ke sekolah, saat duduk di bangku kuliah mereka selalu menemaniku mengerjakan tugas, mengerjakan berkas perlombaan, dan yang terpenting adalah menemaniku mengerjakan dan menyelesaikan skripsi (selain lagu-lagu Bollywood yang juga menjadi moodboster-ku ngerjain skripsi).

Setelah lulus, aku bekerja di sebuah perusahaan swasta di Jakarta. Tidak ada yang berubah dengan kebiasaan sebelumnya. Saat bekerja aku selalu menjadikan karya-karya LP sebagai moodbooster saat sedang bekerja. di sela-sela keriuhan suasana kerja, seringkali curi-curi waktu buat download lagu-lagu mereka. Entah mengapa lagu mereka bisa bikin aku lebih konsentrasi dalam mengerjakan sesuatu. membantu kinerja otakku dalam menganalisa suatu masalah (maklum, aku anak hukum yang kerjaanya pasti berhubungan dengan masalah). Setiap karaoke bareng temen-temen kantor di kala menyambut weekend, lagu mereka lagi-lagi ga pernah absen dari daftar playlistku. Sepulang kerja aku masih hobby buat streeming live perform mereka di berbagai dunia, karena kebiasaan ini aku bela-belain pindah kosan buat nyari kamar yang ga susah sinyal.

To be honest, kematian Chester membuat penggemar LP di seluruh dunia shock tidak terkecuali aku. Kematiannya bisa membuat banyak orang yang sejujurnya tidak pernah mengenal secara langsung menjadi benar-benar merasakan kesedihan yang teramat sangat dalam. Aku pribadi nggak sampe nangis sih, cuma lemes banget denger berita yang mengejutkan ini. yang ada di benakku hanya “apa jadinya LP tanpa Chester?”, suara Chester yang khas dan penuh energy juga menjadi salah satu modal besar eksistensi LP selama 21 Tahun di Jagad dunia Musik dunia. Banyak lagu yang ia tulis berdasarkan apa yang menjadi pengalaman hidup dan apa yang sedang ia rasakan.

Hanya beberapa bulan sejak peluncuran album terbarunya “One More Light” baru aku sadari banyak sekali lagu yang mencerminkan keputus asaan dan keinginan untuk capcus dari dunia ini. hmm .. wallahua’lam bishawab.

Padahal, sudah sejak awal peluncuran album terbarunya, aku udah minta izin suami bakalan nonton konser mereka kalo dateng ke Jakarta lagi. secara mereka udah dua kali ke Jakarta dan karena waktu itu aku masih kecil dan ga memungkinkan aku buat nonton konser mereka. suami dengan baik hati dan pengertiannya mengizinkan bahkan mengajukan diri untuk menemani meskipun sebenernya dia alergi banget sama lagu metal kaya gini. Hiks.. sedih banget kalo inget I’m too ready to be there but life is not as we would like.

Apapun itu, bukan bermaksud fanatik (please yang ekstrimis don’t judge me apalagi kalo ngaitin SARA, haha) aku hanya penikmat karya musik mereka, yang telah menemani masa kecilku hingga sedewasa ini. Terima kasih Chester & LP, sudah menemani tumbuh kembangku, menjadi moodboosterku dalam bekerja dan meningkatkan konsentrasi yang tentunya itu semua memiliki dampak baik dalam perjalanan hidupku.

Semoga Linkin Park akan bangkit dan terus menelurkan karya-karya terbaik, dengan atau tanpa Chester, I’ll always waiting for you guys !

Dan beberapa waktu yang lalu sempet join duet bareng Chester on Smule. Thank you, Smule 🙂

Heavy by LP, Chester ft Sheila

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a website or blog at WordPress.com

Up ↑

%d bloggers like this: