Explore Bromo

Berawal dari kesadaran akan sebuah peninggalan bersejarah bagi anak cucu kelak, kali ini aku pengen share pengalaman-pengalaman traveling yang pernah aku laluin. Karena ternyata satu dua kepingan gambar saja tidak akan cukup untuk mendeskripsikan pengalaman dan perasaan kita saat berada di suatu tempat, mengagumi indahnya alam ciptaan Allah SWT.

Gunung Bromo, pasti sudah tidak asing lagi bagi sebagian besar masyarakat domestik maupun mancanegara. Gunung ini memiliki ketinggian 2.329 meter di atas permukaan laut dan berada dalam empat wilayah kabupaten, yakni Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Lumajang, dan Kabupaten Malang. Gunung Bromo terkenal sebagai objek wisata utama di Jawa Timur, info selengkapnya silahkan cek di sini ya :D.

Tepatnya sekitar Bulan Juni 2014 lalu, setelah selesai ujian pendadaran aku memutuskan untuk traveling ke Malang dengan beberapa teman dan satu orang yang kini menjadi suamiku :D. ini pertama kalinya aku menyambangi kota tersebut, sejuk, kesan pertama dalam benak. Tujuan utama kami memang Gunung Bromo, namun, perjalanan ke sana harus dimulai pada pukul 02.30 pagi. Oleh karena itu, kami memutuskan untuk menikmati kota Malang dan Batu di siang hingga sore harinya dengan menyambangi Museum Angkut dan menghabiskan sore di alun-alun kota Batu.

Museum Angkut is a must, amaze banget waktu pertama kali masuk ke sana. dengan harga tiket sebesar Rp. 50.000,- per orang (weekdays) kita seolah dibawa ke belahan dunia lain, Eropa!. selain koleksi moda transportasi klasik, juga banyak destinasi lain dengan desain yang epic bergaya Eropa, seharian full ada di sana juga tidak akan menimbulkan rasa bosan, karena tempat yang saaaangat luas. Dan ada satu spot yang paling menarik perhatian, Buckingham Palace, penampakannya mirip sekali dengan istana aslinya yang ada di London sana. untuk lebih jelasnya, dateng langsung aja 🙂

oke skip, lanjut ke perjalanan menuju Bromo.

Pukul 02.30 WIB dini hari perjalananpun dimulai sampai pada satu titik kita harus berganti mobil dengan Mobil Jeep, kendaraan yang paling memungkinkan untuk berseluncur di kawasan Bromo dengan medan berbatu berpasir berliku dan sebagainya. satu mobil berkapasitas 6 orang termasuk driver. kebetulan kami berjumlah 5 orang. untuk biaya sewa Jeep sendiri aku sudah lupa :D.

Destinasi pertama adalah mencapai satu titik untuk menunggu sunrise, perjalanan yang luar biasa gelap dan dingin. Tapi rombongan kami tidak sendirian, banyak sekali yang juga tengah menanti sunrise baik turis lokal maupun mancanegara . Kami sampai di sana sekitar pukul 04.00 WIB, selama itulah udara dingin terus mencoba menusuk-nusuk seluruh permukaan kulitku, tapi itu semua sepadan karena selama sunrise belum muncul kami disuguhi pemandangan bintang-bintang di langit yang terasa begitu dekat dengan tempat kami menapakkan kaki. Ya, sungguh indah dan romantis (sayang, lokasi saat itu sungguh ramai sekali hahaha). Untuk para muslim, di sana juga ada satu pendopo yang difungsikan sebagai mushola, jadi tidak perlu khawatir untuk menunaikan sholat subuh ya, cukup bawa alat sholatnya aja.

Sekitar pukul 05.00 WIB sunrise muncul, sayang sekali saat itu aku tidak sempat mengabadikannya. Saat itu yang ada di benakku hanyalah rasa kagum akan keindahan alam ciptaan Tuhan, tempat yang tadinya gelap gulita hanya ditemani cahaya bintang samar-samar menampakkan sinar mentari pagi, diikuti pemandangan gunug dan kawah gunung bromo, embun menyelimuti setiap pandangan. Sungguh pengalaman yang tidak akan pernah terlupakan.

Pagi mulai terang, kami melanjutkan perjalanan ke destinasi selanjutnya, yaitu kawah Bromo. Menuruni bukit masih dengan mobil jeep sampai pada akhirnya sampai di “lokasi parkir” para jeep di sekitaran kawasan kawah Bromo. Untuk mencapai kawah Bromo kita harus berjalan kaki menaiki bukit-bukit pasir yang jaraknya lumayan jauh, selanjutnya menaiki ratusan anak tangga yang akan membawa kita tepat di puncak gunung Bromo. Meski begitu, banyak warga sekitar yang menjual jasa mengantarkan kita sampai ke anak tangga pertama dengan menunggangi kuda. Akhirnya karena sudah kelelahan kami memutuskan menggunakan jasa tersebut. Kali pertama menunggangi kuda dan aku mulai khawatir, haha akhirnya aku diberi kuda yang masih muda dan “pendek”. Dengan biaya sekitar Rp. 30.000,- bolak balik, aku cukup salut dengan Bapak-bapak para penjaja jasa ini, fisik mereka luar biasa, setiap hari menggandeng kudanya menjajakan jasa untuk mengantarkan para wisatawan naik turun mendaki bukit pasir yang medannya cukup melelahkan.

DSC_0207
Siapa sangka 2 tahun setelah menaiki ratusan anak tangga ini, kami benar-benar membina rumah tangga 😀

Lelah menaiki ratusan anak tangga itu pun terbayar ketika kita sampai di puncak Bromo, pemandangan yang luar biasa, kita bisa melihat letupan kawah bromo disertai bau belerang yang sangat menyengat. Seringkali kita bisa menyaksikan bagaimana masyarakat lokal mengambil dan menjajakan bunga Edelwise kepada para turis.

C360_2014-06-04-07-18-32-924
Puncak Gunung Bromo
IMG_1787
Dimaklumin aja kalo banyak selfienya 😀
IMG_1789
Kawah Bromo

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Selain itu masih ada dua destinasi lagi yang saat ini lagi hits dijadikan tempat untuk dokumentasi prewedding, yaitu Pasir berbisik dan Bukit teletubies. Keindahan kedua lokasi ini sepertinya cukup tergambarkan dari foto-foto ini kan ya ? 🙂

Pasir Berbisik

Camera 360

Bukit Teletubies

Tips :

  1. Kenakan baju hangat seperti Jaket/coat, syal, sarung tangan,masker, dll;
  2. Bawa perlengkapan ibadah;
  3. hindari penggunaan softlense karena lokasi yang sangat berdebu, jika memang terpaksa harus memakai softlense maka lebih baik menggunakan kacamata untuk memproteksinya;
  4. Bawa bekal cemilan;
  5. Lebih baik datang dengan rombongan agar biaya sewa mobil dan biaya tour menjadi lebih murah.

See you again, Bromo 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Create a website or blog at WordPress.com

Up ↑

%d bloggers like this: