Backpackeran ke Batu dan Malang

Banyaknya agen tour n travel yang menawarkan berbagai paket liburan yang murah ternyata tidak menyurutkan minat para backpacker untuk menyambangi tempat yang menjadi wishlist-nya. Banyak pertimbangan mengapa jalan-jalan dengan backpacker-an lebih diminati, salah satunya karena pasti kita bisa lebih fleksibel dan bisa menyambangi tempat manapun yang ingin kita singgahi tanpa harus dibatasi oleh waktu.

Tangal 16 – 18 Maret 2018 lalu, aku dan suami menyempatkan diri untuk singgah ke kota yang terkenal sebagai kota wisata, yaitu kota Batu dan Malang 😊 perjalanan kali ini cukup irit dibandingkan trup-trip kami sebelumnya.

Perjalanan pun dimulai, dari Jogja kami berangkat menggunakan kereta ekonomi “Malabar” pukul 00.05 WIB, harga tiket sebesar Rp. 170.000,-/orang ditambah diskon aplikasi. Namun, diluar bayangan saat kami masuk ke gerbong kereta kami sempat kaget karena ternyata tempat duduk para penumpang berhadap-hadapan, aku pikir kereta ekonomi  ini sama seperti yang dengan tujuan ke Jakarta, yaitu meskipun ekonomi tetap tempat duduk hanya satu sisi. Alhasil dengan ikhlas kami menerima dengan lapang dada (lebay :p) Saat itu juga suami memutuskan untuk ganti kereta untuk balik ke Jogjanya dengan kereta dengan kelas lain, tapi naas mengingat hari itu merupakan hari Raya Nyepi maka tidak ada lagi kursi yang tersedia di kereta lainnya. Baiklah kami siap encok pegel linu :D, maklum postur tubuh suami memang diciptakan dengan mode kaki yang sangat jenjang, bisa dibayangkan betapa tersiksanya ia selepas perjalanan ini nanti (ngrasa bersalah :’))

Hari ke 1

  • Rental Motor

Pukul 07.30 WIB kami sampai di Stasiun Malang, untuk trip ini kami menyewa motor agar lebih mudah dalam mobilisasi, mengingat ini adalah kota wisata dan kami mengunjunginya saat weekend, pastilah kondisi jalanan akan sangat macet, jadi Motor adalah solusi utamanya. Pasti nggak mau kan kalo waktu jalan-jalan kita terbuang hanya karna berjelaga dengan kemacetan.

IMG_20180318_184606
Kami dengan motor sewaan

Seminggu sebelumnya aku sudah book rental motor dengan biaya sebesar Rp. 70.000,-/ hari. Karena kami sewa untuk 2,5 hari maka dikenakan biaya sebesar Rp. 180.000,- cukup murah dibandingkan harus naik ojek atau taksi online untuk ke setiap destinasinya. Transaksi tersebut dengan menyertakan jaminan berupa KTP dan 1 identitas lain, keduanya harus asli ya. Unit yang kami sewa yaitu Honda Beat tahun 2015 include 2 helm SNI + Mantel.

  • Perjalanan Ke Batu dan Check in Hotel

Selama mengeksplor Batu dan Malang kami hanya mengandalkan Google Maps sebagai navigasi kami (Thanks Google !), perjalanan dari Stasiun Malang ke Penginapan yang kami tuju di Batu ditempuh selama 45 menit, sepanjang perjalanan kami disuguhi dengan kolaborasi pemandangan kota dan alam yang sangat menakjubkan. Sampailah kami di penginapan yang sudah kami book 2 minggu sebelumnya melalui situs booking.com (selama ini baik di dalam maupun luar negeri aku selalu menggunakan situs ini untuk mem-book hotel dan tidak pernah ada masalah), namun harapan untuk bisa segera beristirahat setelah perjalanan panjangpun sirna ketika resepsionis mengatakan kamar yang kami pesan tidak tersedia tanpa konfrmasi sebelumnya, hal ini diakibatkan karena miss komunikasi antara para pegawai penginapan tersebut. Dengan sedikit kesal dan pasrah kami gambling mencari-cari penginapan, Karena hal ini semua itinerary yang telah dipersiapkan dengan matang pun bergeser. Menginaplah kami di Batu Permai Hotel, dengan harga yang tidak jauh beda dengan penginapan yang kami book sebelumnya, namun fasilitas jauh lebih lengkap, biaya per malamnya Rp. 350.000.

  • Jatim Park 3

Selepas sholat jum’at dan rehat sejenak, sesuai itinerary kami beranjak menuju Jatim Park 3 yang terkenal dengan  Dino Park-nya, honestly kami kurang tertarik dengan wahana itu karena wahana tersebut cocoknya buat yang bawa anak-anak, sementara kami dua orang dewasa yang sekedar mencari spot-spot foto dan pengalaman baru. Namun meskipun tidak masuk ke Dino Park kita tetap bisa berfoto dengan Dinosaurus lho, seperti foto di bawah ini 😀

20180316161811-01
Hall Jatim Park 3

Alhasil dari sekian banyak wahana yang tersedia di sana kami memang sejak awal memfokuskan diri untuk menyambangi wahana Infinity World, wahana yang tergolong baru di Indonesia, dengan konsep rumah kaca, didalamnya banyak tempat yang sangat unik yang tidak bisa aku ungkapkan dalam tulisan ini, cukup liat foto-foto kami aja ya hahaha.. Saat memasuki kawasan ini kita diharuskan menggunakan sarung tangan dan kaki, tujuannya agar tidak mudah terpeleset dan untuk menjaga kualitas kaca. Biaya masuk wahana ini adalah sebesar Rp. 30.000,-/orang.

Kami menghabiskan waktu di Jatim Park hingga pukul 17.00 WIB dan kami lanjutkan ke destinasi berikutnya

  • Batu Night Spectacular (BNS)

Tempat ini menjadi salah satu destinasi favorit di Batu, BNS merupakan tempat wisata yang menyajikan banyak wahana permainan dan lampion.

Buka sejak pukul 15.00 WIB namun biasanya baru ramai lepas maghrib. Dengan biaya masuk sebesar Rp. 30.000 untuk weekdays dan Rp. 40.000 untuk weekend. Namun disini juga menjual tiket terusan, yaitu tiket untuk dapat menikmati semua wahana permainan sebesar Rp. 99.000,- cukup worth it  mengingat banyak wahana yang disajikan di sana dan masing-masing wahana dibanderol dengan tiket sebesar Rp. 10.000 – Rp. 50.000,-an. Lagi-lagi wahana ini paling asyik untuk kalian yang berwisata membawa para bocil-bocil :D. kami hanya menikmati suasana gemerlap batu dan kuliner disana, menaiki 2 wahana yaitu sepeda layang yang cukup memacu adrenalin dan Matador Banteng :p

Hari ke 2

  • Coban Rais  

Hari kedua kami habiskan di Coban Rais, padahal jika sesuai dengan itinerary yang telah aku buat, seharusnya kami juga menyambangi Taman Labirin dan Air Terjun Coban Talun. Sayangnya, keindahan wisata alam Coban Rais ini terlalu memukau dan membuat kami betah berlama-lama di sana. Yah namanya juga jalan-jalan mandiri, jadi kami bisa sesuka hati memuas-muaskan diri. Beda kalo jalan-jalannya pake paketan tur travel :p

P1030167

Coban Rais merupakan tempat wisata alam, terletak di kaki Gunung Panderman yang berketinggian 1025 m dari permukaan laut. Tepatnya berada di Dusun Dresel, Desa Oro-oro Ombo, Kecamatan Batu, Kota Batu yang didesain sedemikian rupa sehingga membentuk berbagai macam spot foto unik dan menarik yang instagramable dan memang dibangun untuk para pecinta fotografi dan foto selfie. Saking totalitasnya, di setiap Spot Foto sudah disediakan tim fotografer yang siap dengan Kamera DSLR dan Laptopnya.

Tiket masuk Coban Rais untuk weekend dibanderol dengan harga Rp. 25.000,- per orang sudah termasuk gratis foto di 2 spot yaitu Batu Flower Garden dan I Love You. Jika ingin masuk dan berfoto di spot lain ada tarifnya tersendiri, disediakan juga paketan lho. Kami mengambil paket 6 spot dengan harga Rp. 75.000 perorang. Di masing-masing spot foto kita diberikan kesempatan untuk take foto sebanyak 3x, namun soft file foto yang akan diberikan ke kita hanya 1 saja, jika ingin tambah soft file foto akan dikenakan tambahan biaya Rp. 5.000,- per foto (pinter banget pengelolanya nyari duit ya :D). Kalo kita bawa kamera DSLR, mirrorless, atau action cam maka akan dikenakan biaya masuk sebsesar Rp. 15.000,-. Berikut spot foto yang kami sambangi di Coban Rais

Processed with VSCO with a6 preset
Batu Flower Garden
IMG_20180330_185303_928
I Love U
DSC_0748
Love
IMG_20180330_150348_778
The Hobbiton
IMG_20180318_075350_044
Sepeda Udara
DSC_3964
Ayunan
Processed with VSCO with c7 preset
Rumah Pohon

Di akhir destinasi Coban Rais kita diarahan ke titik pengambilan foto, hebatnya system teknologi yang dikelola sudah sangat bagus, jadi setiap foto yang sudah di-take akan ditransfer ke Laptop yang terhubung ke pusat compile data tempat di mana para wisatawan akan mengantre menanti giliranya memilah milih foto.

Dan di sini ga cuma foto-foto doang lho, kita tentunya disuguhkan dengan pemandangan alam gunung Panderman yang indah dan suasana yang sejuk. Jika berkunjung saat weekend, maka harus sabar-sabar ya untuk mengantri giliran befoto 😀

  • Pos Ketan Legenda
IMG20161229141151
Menu Pos Ketan Legenda

Layaknya alun-alun di setiap kota, bedanya di sini banyak wahana bermain yang tentunya gratis, ada bianglala dan segala macamnya. 2014 lalu kami sempat nongkrong di sini, jadi kami hanya singgah untuk menikmati kuliner ter-recommended di Batu yaitu POS KETAN LEGENDA 1963, dari namanya aja udah keliatan kalo Legend ya kan?.Pos Ketan ini berbentuk kedai di pinggir jalan, bukan rumah makan besar. Tapi jangan salah, pengunjungnya luar biasa ramai, mulai dari dalam sampai ke luar emperan jalan. Sebenernya makanan ini kaya gimana sih sampe bisa hits banget? Begini deskripsinya, sebuah ketan hangat ditaburi beraneka varian rasa seperti durian, meses, keju, nangka, pisang, susu, vla, gula merah, susu kedelai dan juga ada menu yang sudah disajikan mix. Ada juga menu bagi yang tidak terlalu suka dengan rasa manis seperti Ketan Ayam Pedas yaitu ketan hangat yang di taburi bubuk daging ayam suwir. Untuk harga dimulai dari 7.000 sampai 12.000 rupiah, murah banget kan ? menurut aku ini sudah sama seperti makan berat cocok sebagai pengisi tenaga karna selanjutnya kami akan melanjutkan perjalanan turun ke Kota Malang.

  • Bakso President

Yeay !!! setelah menikmati Ketan Legend tadi kami langsung menempuh perjalanan selama satu jam naik motor dengan bawaan yang lumayan banyak menuruni kota Batu menuju Kota Malang, perjalanan cukup macet dan kami sangat berterima kasih kepada Allah SWT dan para pelaku usaha Rental Motor 😊. Setelah check in hotel di Malang, istirahat sebentar kami mulai beranjak menuju salah satu kuliner yang juga super hits dan direkomendasikan oleh semua pihak yang kami interogasi, yaitu BAKSO PRESIDENT.

menu bakso presiden
Menu Bakso President

Ini kali pertama suami mencicipi kuliner ini sedangkan aku sudah pernah di tahun 2013 lalu saat mengikuti kompetisi di Universitas Brawijaya. Kami tiba di sana sekitar pukul 19.30 WIB, sehingga tidak terlalu banyak take foto Karena kondisi yang minim cahaya dan kami berdua sudah kelelahan wkwkw. Meski sudah malam, antri pemesanan pun masih saja tetap panjaaaaaaaaaaaaang, si suami membutuhan waktu 15 menit antri untuk bisa pesen makanan (thank you, husband!). kami memesan Bakso Komplit dan Bakso Bakar.

 

Dan benar memang menu andalan di sini adalah Bakso Bakarnya, aseliiiii endues banget.

Hari ke 3

  • Kampung Warna – Warni Jodipan

Destinasi terakhir kami ini pasti sudah tidak asing lagi, bisa dikatakan ini salah satu landmark kota Malang, yes ! Kampung Warna – Warni Jodipan, dulunya kampung ini dikenal sebagai kampung yang sangat kumuh, namun berkat ide keratif Mahasiswa UMM melalui suatu program yang melibatkan banyak pihak maka jadilah Kampung Jodipan seperti saat ini.

Tiket masuk Kampung Jodipan sebesar Rp, 5000,- per orang. Terdapat beberapa spot foto menarik di sana, antara lain Dinding Warna warni, Lukisan 3D, Lorong payung, Jembatan Kaca yang menghubungkan Kampung Jodipan dan Kampung Tridi, Tangga Warna Warni, dll.

Hari mulai panas, kami kembali ke Hotel untuk bersiap check out dan menanti kereta kami malam harinya.

Tapi ternyata suami malah masuk angin, jadilah destinasi terakhir kami yaitu Djemari, pijet ! 😀

Untitled
Realisasi agenda kemarin, ada beberapa destinasi yang tidak kami sambangi dari itinerary awal

Begitulah singkat cerita traveling singkat kami, semoga bisa menjadi referensi, Happy Traveling 😊

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Create a website or blog at WordPress.com

Up ↑

%d bloggers like this: